Menyongsong Tahun Yang Baru: Mari Kita "Dream, Believe, And Make It Happen"

image

WIDA KRISWANTI

 

 

MOTO hidup yang sering didengungkan penyanyi berbakat Agnes Monica, "Dream, Believe, and Make It Happen," cukup menarik untuk sama-sama kita terapkan.

Terutama menjelang tahun yang baru, di mana banyak yang tengah berpikir dan merencanakan, mau mencapai target apa di masa mendatang?

Semua berawal dari mimpi

Apa, sih yang membedakan hidup satu orang dan lainnya? Satu hal saja. "Apakah dia mengawalinya dengan mimpi, atau tidak. Baik itu mimpi yang sesungguhnya -- mimpi yang sesuai definisinya, yaitu suatu fase dalam tidur di mana seseorang masuk ke alam bawah sadarnya, maupun mimpi yang tidak sesungguhnya -- mimpi yang definisinya adalah keinginan, kemauan, cita-cita, dan harapan," cetus Anggia Chrisanti Wiranto, konselor dan terapis di biro psikologi Westaria (www.westaria.com).

Dan bermimpilah yang indah. Karena itu refleksi harapan, angan, dan cita-cita. Dalam alam mimpi, tidak ada aturan dan batasan. Bebas sesuka hati tanpa melihat realitas. "Sayangnya, kebanyakan orang, untuk bermimpi pun tidak berani. Padahal apa salahnya bermimpi?" tanya Anggia.

"Sekecil apa pun mimpi itu, adalah suatu motivasi. Dengan memiliki mimpi yang sebesar-besarnya dan cita-cita yang setinggi-tingginya, tujuannya, minimal, kita pernah mengangan-angankannya. Dari situ akan muncul motivasi yang besar untuk menggapainya," lanjutnya.

Percaya dan berusaha

Percayalah, selama mimpi dan cita-cita itu baik dan benar, pasti Tuhan akan menunjukkan jalanNya. Dengan percaya kekuasaanNya, kita tidak akan takut dengan halangan dan rintangan yang akan ditemui. Karena percaya itu hanyalah ujian, yang jika berhasil dilewati dengan baik dan benar, menuju akhir yang diharapkan. Percaya juga akan pertolongan dan kasih sayangNya. Termasuk di dalamnya meyakini Tuhan akan mengubah suatu kaum atau seseorang jika memang kaum atau seseorang itu menginginkannya.

Lalu percaya bahwa doa adalah kunci untuk memuluskan perjalanan kita. Setelahnya, percaya pada takdir. Artinya, meski kita telah berusaha keras mewujudkan mimpi, dengan diiringi segenap doa, sangat mungkin mimpi dan cita-cita tidak terwujud seperti yang diharapkan. Pada saat itulah kita harus percaya, Tuhan pasti melihat usaha dan mendengar doa kita. Dan Tuhan akan mewujudkannya segera, menundanya, atau mengganti dengan yang lebih baik (menurutNya).

"Maka jangan pernah berhenti bermimpi, jangan berhenti berjuang, jangan berhenti berdoa. Karena bahkan ketika itu tidak terjadi seperti apa yang kita harapkan, pasti ada kebaikan untuk kita di dalamnya," Anggia menuturkan.

Wujudkan secara nyata!

Dengan mempertimbangkan bakat dan minat dalam tujuan mencapai sesuatu, maka dalam usaha memperjuangkannya cenderung sedikit lebih mudah. "Ikuti psikotes atau sejenisnya untuk secepatnya mengetahui potensi diri," saran Anggia.

"Lalu jangan berhenti belajar, upgrade diri, khususnya yang ada kaitannya dengan apa yang menjadi mimpi kita. Asah, jajal, uji kemampuan, dan mintalah kepada siapa pun untuk menilai Anda. Semakin banyak mendapatkan masukan, mempercepat proses pembelajaran. Sambil tidak pernah berhenti berlatih," paparnya. Mari kita mulai dari sekarang!

(wida/gur)

http://www.tabloidbintang.com/gaya-hidup/psikologi/19290-menyongsong-tahun-yang-baru-mari-kita-qdream-believe-and-make-it-happenq.html

Welcome
image

Biro Konsultasi Psikologi WESTARIA

022 70936588 / 022 91913793


WESTARIA merupakan sebuah badan usaha yang secara professional bergerak dalam pengaplikasian praktek profesi psikologi berupa pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, konseling, pelayanan psikotes , serta terapi psikologis.
Artikel Terbaru
Menu utama
SLINK
comment

Copyright © 2012 westaria · All Rights Reserved